Ini Daftar Kejahatan Tokoh Syiah Nimr Al Nimr Sehingga Dieksekusi Arab Saudi

| 0 komentar

Warung Islam - Mengapa pemerintah Arab Saudi mengeksekusi Nimr Al Nimr? Rupanya tokoh syiah itu memiliki daftar kejahatan yang panjang. Bukan hanya menghasut pemberontakan tetapi juga terlibat dalam aksi baku tembak melawan pemerintah.
Berikut ini daftar kejahatan Nimr Al Nimr seperti dilansir Arab News, Senin (4/1/2015):

2002

Sejak tahun 2002, Al Nimr rutin berkhutbah di Masjid Imam Hussain di Al-Awamiyah. Pidatonya semakin bernuansa politik dan menuding pejabat pemerintah dan pasukan keamanan menistakan agama Islam. Al Nimr juga menyerukan agar rakyat Saudi bangkit melawan pemerintah.




2009

Al Nimr menyerukan daerah-daerah berpenduduk mayoritas Syiah untuk memisahkan diri dari Negara Arab dan membentuk sebuah negara Syiah bersatu.

2011

Al Nimr menghina para pejabat pemerintah dan menyebut pasukan keamanan sebagai pasukan pembuat kekacauan. Ia juga Arab Saudi membunuhi orang-orang syiah dan menghasut agar
warga Saudi melakukan perlawanan.
Di Qatif, pidato-pidato Al Nimr berhasil menyulut aksi protes brutal warga Syiah.




2012

Al Nimr terlibat baku tembak melawan aparat kepolisian pada 8 Juli 2012. Hari itu Al Nimr ditangkap oleh pasukan keamanan setelah kakinya terluka dalam baku tembak.
Al Nimr terus saja memprovokasi warga Saudi untuk melawan pemerintah meskipun istrinya yang menderita kanker dibawa berobat ke Amerika Serikat dengan biaya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi. Namun, di tahun 2012 istri Al Nimr menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat kanker ganas yang dideritanya.

2014

Al Nimr divonis hukuman mati oleh Pengadilan Kejahatan Khusus pada 15 Oktober 2014, atas keterlibatan tokoh syiah itu dalam aksi-aksi teror yang menewaskan sejumlah aparat serta melukai petugas dan puluhan warga sipil.
Akhirnya Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pada hari Sabtu (2/1/2015) lalu telah mengeksekusi Al Nimr bersama 47 narapidana terorisme, termasuk anggota-anggota Al-Qaida.
[Ibnu K/Tarbiyah/warung islam]
Read More

Ikuti Jejak Saudi, Bahrain Usir Dubes Iran dan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Teheran

| 0 komentar

DUBAI,UNI EMIRAT ARAB (Warung Islam) - Bahrain hari Senin (4/1/2016) memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menyusul langkah sekutunya Arab Saudi ketika ketegangan meningkat atas hukuman mati bagi seorang ulama Syi'ah, kantor berita AFP melaporkan.

Negara monarki Sunni yang kerap "diobok-obok" oleh kaki tangan pemerintah Syi'ah Iran itu memerintahkan diplomat Iran di negara Teluk kecil itu "untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam," kata kantor berita negara BNA mengatakan di Twitter.

Sebuah pernyataan Bahrain mengatakan keputusan itu dipicu oleh serangan "pengecut" terhadap misi diplomatik Arab Saudi di Iran dan "peningkatkan campur tangan mencolok dan berbahaya" oleh Teheran dalam urusan internal negara-negara Arab dan Teluk.

Manama mengatakan serangan pada misi Saudi merupakan "pola kebijakan sektarian yang sangat berbahaya yang harus dihadapi ... dalam rangka melestarikan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah."

Kementerian luar negeri Bahrain memanggil kuasa usaha Iran Murtada Sanawbari dan menyerahkan catatan resmi dalam hal ini, kata pernyataan yang dibawa oleh BNA.

Selain Bahrain, Sudan juga mengikuti jejak Saudi dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Syi'ah Iran setelah penyerbuan Kedutaan Arab Saudi di Teheran dan bangunan konsulat Saudi di tempat lain di Iran.

"Menanggapi serangan barbar pada kedutaan Arab Saudi di Teheran dan konsulatnya di Masyhad ... pemerintah Sudan mengumumkan pemutusan segera hubungan dengan Republik Iran," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri hari Senin seperti dilansir kantor berita Reuters.

Arab Saudi pada hari Ahad mengatakan mereka memutuskan hubungan dengan pemerintah Iran setelah orang-orang Syi'ah yang marah membakar kedutaan besarnya di Teheran dan menyerang konsulat di Mashhad sehari setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syi'ah Nimr al-Nimr. (st/AFP,Reuters/voa-islam.com/warung islam)
Read More

Turki Mendirikan Pangkalan Militer di Qatar Untuk Menghadapi Musuh Bersama

| 0 komentar

DOHA (Warung Islam) - Turki akan membangun pangkalan militer di Qatar sebagai bagian dari perjanjian pertahanan yang bertujuan membantu mereka menghadapi “musuh bersama,” ungkap Duta Besar Turki untuk Qatar, Rabu.

Pembentukan basisi militer adalah bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2014 dan diratifikasi oleh parlemen Turki pada bulan Juni, dalam rangka mengintensifkan kemitraan dengan Qatar pada saat meningkatnya ketidakstabilan dan semakin melemahnya pengaruh AS di wilayah tersebut.

Duta besar Turki, Ahmet Demirok, mengatakan kepada Reuters bahwa 3.000 pasukan darat akan ditempatkan di pangkalan – instalasi militer pertama Turki di luar negeri di Timur Tengah – serta unit angkatan udara dan laut, pelatih militer dan pasukan operasi khusus.

Pangkalan serbaguna tersebut akan digunakan sebagai tempat untuk latihan bersama. Perjanjian tersebut juga memberikan Qatar opsi untuk mendirikan basis militer di Turki, ia mengatakan dalam sebuah wawancara.

“Turki dan Qatar menghadapi masalah umum dan kami berdua sangat prihatin tentang perkembangan di kawasan dan kebijakan dari negara-negara lain … Kami menghadapi musuh bersama. Saat ini adalah masa kritis, jadi kerjasama Timur Tengah antara kami sangat penting, “kata Demirok.

Qatar adalah rumah terbesar bagi pangkalan udara  AS di Timur Tengah, Al Udeid, di mana sekitar 10.000 personil militer ditempatkan, dan pengaruh  AS di wilayah tersebut saat ini dinilai semakin berkurang.

Demirok mengatakan 100 tentara Turki saat ini berada di Qatar untuk pelatihan militer negara Teluk. Dia tidak mengatakan kapan basis militer Turki akan selesai dibangun.

“Hari ini kita tidak membangun aliansi baru melainkan menemukan kembali hubungan bersejarah dan persaudaraan,” katanya, mengacu pada Khilafah Muslim Ottoman yang sebelum keruntuhannya pada tahun 1920, membentang dari Eropa Timur ke Teluk Arab.

“Dengan semakin lemahnya pengaruh Amerika Serikat di Teluk, apa yang kita saksikan sekarang adalah diversifikasi sekutu potensial,” kata Jean-Marc Rickli, seorang profesor di King College London mengajar di Qatar National Defense College.

“Jika Anda adalah negara kecil seperti Qatar, Anda memiliki kepentingan untuk menjadi tuan rumah dari beberapa sekutu di wilayah Anda, karena akan menyediakan jaminan keamanan langsung dari sekutu Anda. Selain itu, meningkatkan potensi kerugian bagi agresor jika ingin melakukan serangan potensial. ”(middleeastupdate.net/warungislam)
Read More

Menteri Agama Dukung MUI: ‘Toko dan Restoran Jangan Paksa Pegawai Muslim Pakai Topi Santa’

| 0 komentar

Warung Islam - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung penegasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar toko dan restoran tak memaksa pegawai Muslim memakai topi santa. Imbauan tersebut sebagai usaha untuk membangun toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama.
Bentuk menghargai dan menghormati perayaan natal tersebut, kata Lukman, tak harus dilakukan dengan menggunakan pakaian atau simbol-simbol kristiani.
“Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut,” kata Lukman seperti dikutip detik.com, Senin (14/12).
Kepada umat kristiani, Menag Lukman turut meminta agar tidak memaksa atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan atribut-atribut natal. Seperti juga ketika umat Islam tak memaksa pemeluk agama lain menggunakan busana Muslim saat perayaan Idul Fitri atau Idul Adha.
“Toleransi, tenggang rasa dan sikap saling menghormati harus terus dibangun,” kata Menteri Lukman.
Sebelumnya MUI meminta toko dan restoran tak memaksa pegawai Muslim memakai topi santa. Hal itu dilakukan untuk menjaga toleransi dan tenggang rasa di antara pemeluk agama.
“Saya berharap tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja,” jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Dr Cholil Nafis.
MUI memang tak membuat imbauan khusus, terkait dengan fenomena pegawai mal di toko atau restoran memakai atribut agama tertentu. Yang terbaik adalah tidak ada paksaan.
“Menghormati tak berarti mengikuti cara ibadah orang lain. Topi sebagai simbol agama lain biarkan, itu adalah pakaian mereka,” ujarnya.(detik.com/warungislam)
Read More

Menteri Agama Imbau Umat Kristiani Tidak Memaksa Muslim Pakai Atribut Natal

| 0 komentar

Warung Islam - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar toko dan restoran tak mewajibkan pegawai muslim memakai atribut natal. Imbauan tersebut sebagai usaha untuk membangun toleransi antarumat beragama.
 
Bentuk menghargai dan menghormati perayaan natal tersebut, kata Lukman, tak harus dilakukan dengan menggunakan pakaian atau simbol-simbol kristiani. 
 
"Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut," kata Lukman dikutip detik.com, Senin (14/12/2015).
 
Kepada umat kristiani, Lukman turut mengimbau agar tidak memaksa atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan atribut-atribut natal. Seperti juga ketika umat Islam tak memaksa pemeluk agama lain menggunakan busana muslim saat perayaan hari Lebaran.
 
"Toleransi, tenggang rasa dan sikap saling menghormati harus terus dibangun," kata Lukman.
 
Sebelumnya, Ketua Umum MUI Pusat KH Makruf Amin menyerukan kepada setiap perusahaan untuk tidak memerintahkan karyawan-karyawati yang beragama Islam untuk memakai atribut natal.
 
"Kita sudah minta dan memberikan seruan agar jangan ada lagi memaksa Muslim memakai simbol natal termasuk Sinterklas," kata Kiyai Makruf di Jakarta, Kamis (10/12) lalu.
 
Kyai Makruf mengaku khawatir pemaksaan akan menyinggung perasaan umat Islam. Hal itu pun dinilai bisa berdampak buruk pada kerukunan yang telah terbangun. "Kita minta jangan sampain ke situ lah. Jadi nanti itu menyinggung perasaan kelompok Muslim. Dan mereka merasa di paksa," ujarnya.
 
"Jangan sampai ada perusahaan dan lembaga yang memaksa melakukan itu. Nanti akan ada reaksi yang tidak baik," tambahnya
(detik.com/warung islam)
Read More

Dipimpin Saudi, 34 Negara Bentuk Koalisi Islam

| 0 komentar

RIYADH - (Warung Islam) Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan pembentukan “koalisi militer Islam” untuk memerangi terorisme. Koalisi itu terdiri dari 34 negara termasuk Saudi di dalamnya.

Secara lengkap negara-negara “koalisi Islam” itu adalah, Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam Komoro, Qatar, Cote d'Ivoire, Kuwait, Libanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria dan Yaman.

“Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan pada pembentukan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer,” demikian pengumuman Saudi yang disiarkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

“Koalisi memiliki kewajiban untuk melindungi negara Islam dari kejahatan semua kelompok teroris dan organisasi sekte apapun dan nama-nama mereka yang mendatangkan maut dan kerusakan di muka bumi serta yang bertujuan untuk meneror orang yang tidak bersalah,” lanjut pengumuman itu, yang dilansir Selasa (15/12/2015).

Markas koalisi akan berbasis di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Belum jelas, apakah “koalisi Islam” itu akan menjadi tandingan dari koalisi internasional anti-ISIS yang saat ini dipimpin Amerika Serikat (AS). Washington sendiri belum merespons pembentukan “koalisi Islam” yang dipimpin Saudi.
Read More

Larang Muslim Masuki AS, Trump Dikecam Muhammad Ali

| 0 komentar

Warung Islam - MANTAN juara tinju Muhammad Ali— salah satu Muslim AS yang paling terkenal—pada hari Rabu (09/12/2015), mengecam usulan Partai Republik AS Donald Trump yang melarang umat Islam memasuki negara itu.
“Kita sebagai umat Islam harus berdiri untuk mereka yang menggunakan Islam dalam memajukan agenda pribadi mereka sendiri,” ujar Ali, 72, dalam sebuah laporan NBC News berjudul, ‘Calon Presiden Mengusulkan Larangan Muslim Imigrasi ke negara Amerika,’ dengan tidak menyebutkan nama Trump.

Read More

Erdogan: Apakah mereka yang mendukung rezim Suriah menghargai nyawa manusia?

| 0 komentar

ANKARA (Warung Islam) – Berbicara dalam peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Istana Kepresidenan di Ankara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, “Bisakah sebuah rezim yang telah membunuh 380.000 rakyatnya dengan menggunakan senjata kimia dan tradisional dan 12 juta orang terpaksa mengungsi, memiliki hubungan dengan kemanusiaan? Dapakah mereka memberi dukungan tanpa syarat kepada rezim ini, terlepas dari pembantaian, serta melakukan upaya terang-terangan untuk menjaga rezim yang berkuasa, memberi nilai bagi kehidupan manusia?”

“Apakah Anda percaya bahwa orang-orang yang membunuh anak-anak, warga sipil dan individu yang tidak bersalah mengantri untuk mendapatkan roti, dengan dalih memerangi ISIS, memiliki rasa kemanusiaan?” tanyanya.

Sebagaimana dilansir MEMO (4/12/2015), Presiden Turki mencatat bahwa penyandang disabilitas di Turki ada sebanyak 10 persen dari populasi dunia, sementara data statistik PBB menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di Turki ada sebanyak 13,3 persen dari populasi Turki.

Erdogan menekankan Turki terus berupaya untuk memberikan kondisi yang memungkinkan bagi individu penyandang disabilitas untuk mengandalkan diri mereka sendir, tidak selalu membutuhkan bantuan, dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk bekerja.

(fath/arrahmah.com/warungislam)
Read More

Adebayor: Yesus Bimbing Saya Menuju Islam

| 0 komentar

Warung Islam - KURANG lebih setelah satu bulan masuk Islam, Striker Tottenham Emanuel Adebayor menuturkan alasan dibalik hijrahnya tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa kesamaan antara agama Kristen dan Islam yang akhirnya menuntunnya memilih Islam.


“Yesus (Nabi Isa AS) mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan dan hanya Tuhanlah yang harus disembah, seperti yang tercantum dalam Ul 6: 4, Markus 12:29. Islam pun percaya akan hal itu, seperti yang diajarkan dalam Al Qur’an: 4: 171,” jelas Adebayor seperti dikutip dari ciibroadcasting.com.


“Nabi Isa AS (Yesus) tidak makan daging babi seperti Muslim yang menganggap daging babi haram dan tidak sehat untuk makan,” tutur Adebayor.


Selain itu, Adebayor mengungkapkan bahwa ada ucapan yang tercantum dalam Al-Qur’an yang telah lama digunakan oleh Yesus (Nabi Isa). Kata-kata seperti Damai sejahtera bagi kamu, dalam Islam dikenal dengan Assalaamualaikum, dan Allah bersedia, dalam Islam adalah InshaAllah.


“Yesus (Nabi Isa AS) mencuci muka, tangan, dan kaki sebelum berdoa. Kaum Muslim melakukan hal yang sama. Mereka berwudhu sebelum Shalat. Yesus dan nabi-nabi lain dari Alkitab berdoa dengan menempelkan kepala mereka ke tanah (lihat Matius 26:39). Muslim juga melakukan hal itu sesuai dengan apa yang tercantum dalam Al Qur’an ayat 3:43,” Adebayor menegaskan.


“Jika kita melihat cara berpakaian Ibu Nabi Isa, Mariam yang mengenakan pakaian sopan dengan menutupi tubuhnya juga menggunakan jilbab. Wanita Muslim juga wajib untuk berpakaian sopan dan juga memakai jilbab,” tutur mantan pemain Afrika pada 2008 itu.


Alasan lainnya adalah kewajiban puasa yang umum antara Islam & Kristen.


“Yesus (as) dan nabi-nabi lain dari Alkitab berpuasa hingga 40 hari (lihat Keluaran 34:28, Daniel 10:. 2-6 1 Raja-raja 19: 8, dan Matius 4: 1). Muslim melakukannya juga selama bulan Ramadhan. Muslim diwajibkan untuk berpuasa penuh selama 30 hari (lihat Al Qur’an 2: 183), menambah puasa 6 hari untuk meningkatkan amal kebaikan mereka,” katanya.


Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Yesus (as) juga disunat. Sunat adalah 1 dari 5 fitrah dalam Islam, sehingga orang-orang Muslim diwajibkan untuk disunat juga.


“Sekarang katakan siapa pengikut sejati Yesus (as)? Jelas Muslim. Sekarang saya percaya siapa sebenarnya pengikut sejati Yesus,” katanya.(The Herald/fh/Islampos/warungislam)
Read More

Sebarkan Berita Bohong, Arab Saudi Tutup 2 Stasiun TV Milik Syiah

| 0 komentar

Warung Islam- Langkah berani kembali dilakukan Kerajaan Arab Saudi di bawah pemerintaha Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, dengan baru-baru ini menutup dua stasiun televisi Syiah milik Hizbullah Lebanon dan Iran dari satelit Arabsat.

Dalam keterangan Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi, Adil Attarfi, mengatakan bahwa penutupan stasiun televisi satelit Al Manar milik Syiah Hizbullah Lebanon dan Almayadin milik Syiah Iran terkait berita bohong dan propaganda yang disiarkan kedua stasiun dalam operasi militer Arab Saudi dan koalisinya di Yaman.

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri Saudi telah memperingatkan kedua stasiun televisi satelit milik Syiah bahwa menyebarkan rumor dan kebohongan adalah sebuah tindakan kriminalisasi, dan menjadi kewajiban pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kejahatan e-elektronik. (Cnnarabic/Ram/tabayyunnews.com/jurnalmuslim.com/warungislam)

Read More

PM Davutoglu: “Turki tak Akan Bertekuk Lutut pada Rusia”

| 0 komentar

ISTANBUL (Warung Islam): “Saya menyerukan Vladimir Putin dan semua pemimpin Rusia untuk menangani masalah yang ada dengan duduk bersama dan menyelesaikannya,” kata Davutoglu saat melakukan kunjungan diplomasi ke Azerbaijan pada Jumat (4/12) seperti dikutip DailySabah.


Davutoglu juga mengatakan negaranya tidak akan bertekuk lutut pada Rusia terkait dengan sanksi yang diberikan oleh negara beruang merah itu terhadap Turki. Seperti diketahui sebelumnya, Rusia telah memutuskan hubungan ekonominya dengan Turki.


Polemik antara Turki dengan Rusia terjadi setelah jet tempur Rusia ditembak jatuh karena telah melanggar wilayah perbatasan Turki pada 24 November lalu.


Keadaan semakin memanas setelah Putin mengatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan telah membeli minyak dari ISIS. Namun, Erdogan menantang Putin dan mengatakan ia akan mengundurkan diri jika tuduhan Rusia itu benar bahwa Turki membeli minyak dari ISIS. Erdogan juga meminta Putin untuk mengundurkan diri jika tuduhannya tidak terbukti.
(DailySabah/EZ/salam-online/warungislam)
Read More

“Turki Akan Jaga Wilayahnya dari Serangan dan Pelanggaran Negara Mana pun”

| 0 komentar

AZERBAIJAN (Warung Islam) : Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memperingatkan Rusia agar tidak mengulangi kejadian serupa, yaitu dengan melanggar wilayah udara Turki.


“Turki akan terus menjaga wilayah kedaulatannya dari serangan atau bahkan pelanggaran yang dilakukan oleh negara mana pun,” tegas Davutoglu di sela-sela kunjungan diplomasinya ke Azerbaijan, Jumat (4/12) sebagaimana dikutip DailySabah.


Ia minta Rusia agar menyelesaikan masalahnya dengan Turki dengan kepala dingin. “Tidak dengan menuduh Turki bekerjasama dengan teroris,” tandasnya.


Seperti diketahui, angkatan udara Turki pada 24 November lalu menembak jatuh pesawat tempur Rusia yang dinilai melanggar wilayah udara negara yang dipimpin oleh Presiden Erdogan itu.


Keadaan semakin memanas setelah Putin mengatakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan telah membeli minyak dari ISIS. Namun, Erdogan menantang Putin dan mengatakan ia akan mengundurkan diri jika tuduhan Rusia itu benar bahwa Turki membeli minyak dari ISIS. Erdogan juga meminta Putin untuk mengundurkan diri jika tuduhannya tidak terbukti.

(DailySabahEZ/salam-online/warungislam)
Read More

Media Amerika dan Rusia Sebar Kebencian terhadap Presiden Erdogan

| 0 komentar

ISTANBUL (Warung Islam): Tindakan kebencian terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun disebar. Di Amerika Serikat (AS) nama Presiden Turki itu pun disajikan dalam sebuah media sebagai tersangka dalam penembakan yang terjadi di San Bernardino. Penembakan itu menewaskan sedikitnya 14 orang pada Rabu (2/12) lalu.
Tindakan kebencian kepada Presiden Erdogan tersebut dimuat dalam sebuah berita Los Angeles Times yang mengabarkan sebuah nama tersangka penembakan di San Bernardino dengan nama Tayyeep bin Ardogan.
Berita tersebut sudah menyebar di seluruh media sosial, terutama Twitter seperti diberitakan Los Angeles Times.
“Polisi daerah San Bernardino sudah merilis nama satu tersangka penembakan yang disebut sebagai Tayyeep bin Ardogan, warga Qatar berusia 28 tahun,” ujar reporter Los Angeles Times, seperti dilansir Dailysabah, Kamis (3/12).

Akun Twitter lainnya menyebutkan nama palsu salah seorang pelaku penembakan seperti dilaporkan media Amerika Fox News, Washington Times, Journal Constitution Atlanta dan Mediaite.
Informasi yang beredar itu telah memicu kontroversi tentang kebenarannya apakah tindakan tersebut disengaja atau tidak. Baru-baru ini media Rusia juga telah melakukan kampanye kebencian terhadap Presiden Erdogan setelah kejadian pesawat jet tempur Rusia ditembak jatuh.
Media Rusia tersebut merilis sebuah foto seorang anak Erdogan yang disebutkan bekerjasama dengan Daesh (ISIS). Putra Erdogan membantah berita tersebut dengan menunjukkan bahwa yang berada dalam foto tersebut adalah seorang pemilik restoran terkenal di Istanbul.
Tidak sampai di situ. Selanjutnya, media Rusia tiada hentinya membuat berita hoax dengan menyebutkan bahwa Pemerintah Turki membeli minyak dari agen “teroris”.
The New York Times juga menerbitkan sebuah artikel pada 24 November 2015 lalu. Dalam artikel itu Presiden Erdogan diejek dan digambarkan sebagai pelayan ISIS.

Berbicara kepada harian Dailysabah, Kamis (3/12) seorang pengamat Turki Yildiray Ogur menyebutkan pencemaran nama baik terhadap Presiden Turki Erdogan adalah operasi yang diluncurkan oleh badan intelijen asing yang terencana.



“Kami diperalat oleh Rusia, Iran dan sekutunya untuk menyebar fitnah, banyak tuduhan datang kepada Turki. Meskipun tuduhan tersebut tidak benar, tindakan tersebut harus diproses secara serius,” tegasnya. (Dailysabah/EZ/salam-online/warungislam)



Read More

Milisi Syiah Bombardir Warga Suriah, Puluhan Tewas, Sepertiganya Anak-Anak

| 0 komentar

Warung Islam - Pemboman berat pemerintah Suriah pada hari Jumat menewaskan sedikitnya 26 warga sipil, hampir sepertiga dari mereka anak-anak, kata kelompok pemantau, lansir World Bulletin, Jumat (04/12/2105)

Setidaknya 11 korban, termasuk empat anak, tewas dalam serangan udara pemerintah di kota yang dikuasai oposisi di Talbisseh, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

11 warga sipil lainnya tewas dalam serangan udara di wilayah Ghouta Timur, basis besar pejuang Suriah di timur Damaskus.

Menurut Observatorium, penyerangan di kota-kota Sabqa, Kafrbatna dan Jisreen menyebabkan puluhan terluka atau belum ditemukan.

Pasukan pemerintah secara teratur membombardir Ghouta Timur, pinggiran Damaskus yang sebagian besar dikuasai oleh Koalisi mujahidin Suriah,  Jaysh al-Islam yang kuat.

Di provinsi selatan Daraa, empat anak tewas ketika rezim membombardir kota Hara.

Dan empat warga sipil tewas dalam penembakan di kota Sanamayn, 30 kilometer (20 mil) sebelah timur Hara.

Perang global Suriah telah merenggut nyawa lebih dari 250.000 orang, dan empat juta lainnnya mengungsi sejak perang meletus pada Maret 2011. (jurnalilslam/jurnalmuslim/warungislam)
Read More

Syiah Hizbullah Mendukung Peningkatan Kehadiran Militer Rusia di Suriah

| 0 komentar


Warung Islam - Kelompok militan Syiah asal Libanon yang mengklaim dirinya sebagai “Hizbullah”, pada Jum’at (25/9/2015) mengatakan bahwa mereka menyambut peningkatan kehadiran militer Rusia di Suriah untuk mendukung rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad.

Seperti diketahui, “Hizbullah” telah secara terbuka mendukung rezim Nushairiyah Suriah dan mengakui bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan ke Suriah untuk berperang di sisi Asad.

Pemimpin “Hizbullah”, Hassan Nasrallah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi Al-Manar bahwa Rusia telah meningkatkan dukungan untuk Asad termasuk sistem persenjataan canggih, pesawat tempur dan helikopter, seperti dilansir AP.

Dalam wawancara tersebut, ia juga mengatakan bahwa AS telah gagal dalam kampanye udaranya di Suriah.

“Strategi Obama dalam menghadapi Daesh dan ‘terorisme’ telah gagal,” ujarnya merujuk kepada ISIS.

Dia juga mengatakan bahwa hanya mengandalkan serangan udara tidak akan mengalahkan “militan” dan bahwa upaya AS untuk merekrut dan melatih kelompok yang disebut moderat telah terbukti mengalami kegagalan.

Kegagalan-kegagalan itu yang mendorong Rusia untuk meningkatkan bantuan militer ke Damaskus, klaimnya setelah Moskow mengirim jet tempur dan personil militer yang diklaim sebagai penasehat ahli.

“Kami menyambut setiap kekuatan yang mengitervensi dan mendukung Suriah, karena melalui partisipasi, itu akan mendorong bahaya besar yang mengancam menjauh dari Suriah dan kawasan,” klaim Nasrallah.

Ia menegaskan bahwa perangkat militer yang dikirim oleh Moskow sangat canggih dan termasuk pesawat tempur, helikopter militer serta rudal presisi.

Sumber : (muhamad/arrahmah/jurnalmuslim/warungislam)

Read More

Turki Segera Bangun Kembali Masjid-masjid Gaza yang Dihancurkan Israel

| 0 komentar

Warung Islam - DIREKTORAT Departemen Agama Turki Rabu lalu mengumumkan bahwa mereka akan membangun kembali sembilan masjid yang hancur akibat serangan militer Israel tahun lalu di Jalur Gaza yang diblokade.
Wakil kepala direktorat, Hasan Kamil Yilmaz mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa total biaya proyek sebesar 4,5 juta dolar dan sudah 1,2 juta dolar yang sudah dicairkan.


Yilmaz juga mengunjungi Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina yang dibangun oleh pemerintah Turki lebih dari dua tahun lalu dengan biaya total 34 juta dolar selama kunjungannya ke Gaza.
Yilmaz, yang menjadi kepala delegasi pejabat direktorat, tiba di Jalur Gaza Rabu pagi lalu melalui perbatasan utara Erez untuk kunjungan dua harinya ke daerah kantong Palestina yang diblokade.
Menurut Kementerian Wakaf Keagamaan Palestina, 64 masjid hancur selama serangan militer Israel tahun lalu, sementara 150 lainnya rusak sebagian.[fq/islampos/warungislam]
Read More

Turki dan Arab Saudi Sepakat Ikut Perang di Suriah

| 0 komentar

Warung Islam - Turki, Arab Saudi dan sejumlah negara lainya memastikan akan ikut berperang di Suriah. Hal itu diumumkan Perdana Menteri Turki Ahmed Dovutoglu, Senin (30/11/2015).


Dalam konferensi persnya bersama dengan Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussels, Dovutoglu menyatakan, Turki bersama Arab Saudi dan negara lainnya akan memulai operasi di Suriah guna memerangi “teroris”.


Sementara itu, menanggapi permintaan Rusia agar Turki meminta maaf karena telah menembak jatuh pesawat tempur Sukhoi Su-24, Oglu mengatakan bahwa melindungi wilayah udara Turki adalah “hak dan wajib” dan negara mana pun tidak berhak meminta Ankara untuk minta maaf.


Dikutip IslamicGeo dari Aljazeera, Oglu juga menyebut pelanggaran wilayah udara Turki adalah pelanggaran wilayah terhadap NATO.


Sekjen NATO, Jens Stoltenberg menegaskan bahwa NATO berada di pihak Turki dan Ankara berhak membela keamanan dan wilayah udaranya.


Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah jet tempur Sukhoi Su-24 jatuh di perbatasan Suriah – Turki, Selasa (24/11/2015) lalu. Pesawat yang dikenal dengan sebutan Fencer itu jatuh dihantam rudal Turki.


Juru bicara militer Turki mengatakan pihaknya menjatuhkan Sukhoi tersebut karena sering melanggar wilayah udara mereka. Turki telah mengingatkan 10 kali, namun jet tempur itu masih juga melanggar sehingga Turki terpaksa menjatuhkannya.(Bersamadakwah/Warung Islam)
Read More

Syiah Houtsi di Yaman Tuntut Penghapusan Surat An-Nuur dalam Al-Qur’an

| 0 komentar

SANAA (Warung Islam) : Syiah Houtsi di Yaman baru-baru ini kembali menuntut surat An-Nuur, salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, agar dihapus dari kurikulum sekolah karena dianggap menimbulkan fitnah.
Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta’ala membebaskan istri Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha dari fitnah keji dalam surat ke-24 dari Al-Qur’an itu.
“Syiah Houtsi kembali menuntut penghapusan surat An-Nuur yang membebaskan Ummul Mukminin Aisyah dari tuduhan keji dari kurikulum sekolah di Yaman,” lansir portal berita Yaman, yemen-press.com, Senin (29/12/2014), sebagaimana dikutip Kiblat.net, Selasa (30/12).
Kelompok Syiah itu beralasan bahwa surat tersebut hanya akan meningkatkan perselisihan sektarian.
Tuntutan ini, tambah Yemen-Press, sebelumnya telah disuarakan Syiah Houtsi pada 2012 lalu. Mereka menuntut pembelajaran surat An-Nuur di sekolah dihapus setelah seorang guru Muslim memberikan soal kepada muridnya tentang Haditsul Ifki. Dalam soal itu, guru tersebut meminta murid memberikan dalil dari Al-Qur’an bahwa istri Nabi shallallahu ‘alaisi wa sallam, Aisyah, dibebaskan dari tuduhan perzinahan.
Pada waktu itu, Syiah Houtsi menuntut pemerintah supaya menghapus pembelajaran surat An-Nuur di sekolah karena dapat menimbulkan perselisihan antara Sunni dan Syiah. Tuntutan ini mencuat setelah Syiah Houtsi merasa kuat dan orang-orang mereka duduk di pemerintahan.
Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membebaskan Aisyah radhiyallahu ‘anha dari tuduhan perzinahan yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Fitnah itu sempat membuat Rasulullah terguncang dan menjauhi Aisyah selama beberapa hari.
Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat 11 dari surat An-Nuur yang menegaskan bahwa seluruh tuduhan itu adalah dusta dan dihembuskan oleh orang-orang munafik. Peristiwa itu dikenal dengan Haditsul Ifki.
Sumber: Kiblat.net/yemen-press.com salam-online

Read More

Ulama Sedunia Fatwakan Wajib Hukumnya Umat Islam Bersatu Membantu Turki

| 0 komentar

Warung Islam - Persatuan Ulama Muslim Internasional (PUMI) yang diketuai oleh Prof Dr Yusuf Qaradawi mengeluarkan fatwa bahwa adalah sebuah kewajiban bagi seluruh Umat Islam dunia untuk membantu negara Turki, khususnya menguatkan perekonomian Turki.
“Seruan kepada seluruh Umat Islam kepada baik kepada individu Muslim, organisasi Muslim dan negara-negara Islam, untuk bersama-sama dalam satu barisan dengan pemerintah Turki terkait isu-isu terkini. Wajib hukumnya membantu perekonomian Turki dalam bentuk apapun. Hal ini sebagai realisasi persaudaraan sesama muslim” Ujar perwakilan pihak Persatuan Ulama Muslim Internasional sebagaimana dilansir ismaweb, selasa(2/12/2015).
Keluarnya fatwa ini merupakan respon dari perkembangan terkini yang terjadi dikawasan Suriah dan penindasan terhadap bangsa Palestina oleh Zionis Israel.Salah satu nya terjadi beberapa waktu yang lalu ada provokasi dari Rusia sehingga memaksa pemerintah Turki untuk menembak jatuh jet tempur Rusia. Akibatnya Rusia memboikot semua produk Turki.
Dalam seruanya PUMI juga mengharapkan Umat Islam agar berdiri bersama Turki terkait isu-isu yang berhubungan dengan umat Islam khususnya berkaitan dengan isu Suriah, dimana pemerintah Dzalim Bashar Asad telah membunuh jutaan rakyatnya sendiri dan mengakibatkan rakyat Suriah berbondong-bondong mengungsi kenegara lain.
Diakhir Fatwanya, PUMI menghimbau agar umat Islam jangan meninggalkan Turki berjuang sendiri dalam menegakkan kebenaran diatas muka bumi ini. “Sudah saatnya umat Islam bersatu dalam satu shaf barisan sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasallam“seru PUUI.[islamedia/ismaweb]

Read More

Presiden Korea Utara: Terorisme Hanyalah Kedok Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam

| 0 komentar

Warung Islam - Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, meledek laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengklaim Amerika sebagai negara penjamin kebebasan berkeyakinan di dunia.Kim Jong-un dengan tegas menyebut AS munafik, karena AS justru pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi dunia dengan terus mengganggu negara-negara muslim.

”Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dan para pemimpin negara lain mengejar kebijakan yang bertujuan menggulingkan pemerintah di negara-negara Islam dengan dalih memerangi terorisme,” tulis kantor berita KCNA, Kamis (31/7), mengutip pernyataan pemerintah Korut.

Pemerintah Korut juga mengecam Washington yang selalu mengkritik Pyongyang dalam berbagai laporan yang bertujuan mengisolasi Korut di panggung internasional.

”Upaya untuk merusak Korut dengan fitnah adalah tindakan tidak masuk akal dengan menuduh di Korut tidak ada kebebasan beragama. Itu benar-benar tidak masuk akal, Sepenuhnya, kami menjamin kebebasan berkeyakinan setiap warga negara.” bunyi pernyataan pemerintah Korut.

Reaksi Korut itu sebagai respons laporan tahunan Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Perburuhan Departemen Luar Neger AS yang berjudul ”International Religious Freedom Report for 2013”.

Laporan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pada briefing khusus pada tahun 2013 lalu.

Dalam isi laporan tersebut, Amerika menuduh Korut, Iran, China, Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan tidak memberikan jaminan kebebasan berkeyakinan terhadap warganya.

sumber: www.bagikanlah.info

Read More
 
Support : Creating Website | Hamba Allah | Warung Islam
Copyright © 2011. Warung Islam - All Rights Reserved
Template Modify by Liwaul Hamdi Tanjung
Proudly powered by Blogger