Wahdah Islamiyah ultimatum Metro TV 2X24 jam
| 0 komentar
JAKARTA (Warung Islam) – Terkait tuduhan terorisme kepada Wahdah Islamiyah dan ketua umumnya KH. Dr (HC) H. Muhammad Zaitun Rasmin Lc., MA dalam pemberitaan Metro TV, Ormas Islam Wahdah Islamiyah menuntut pihak Metro TV meralat pemberitaan tersebut dalam waktu 2 x 24 jam.
“Karena itu kami menuntut pihak Metro TV meralat pemberitaan tersebut dalam waktu 2 x 24 jam setelah pernyataan kami ini diterima oleh pihak Metro TV. Ralat yang dimaksud adalah dengan jalan memberikan kesempatan kepada Wahdah Islamiyah untuk meluruskan info yang tidak benar ini dalam siaran live Metro TV,” demikian sikap resmi Wahdah Islamiyah yang dibacakan Wakil Ketua Wahdah Islamiyah Ustadz Ikhwan Abdul Jalil saat konferensi pers di restoran Pulau Dua Senayan Jakarta, Senin (11/1/2016) siang.
Wahdah Islamiyah dengan tegas membantah pemberitaan televisi milik Surya Paloh tersebut. “Berita tersebut adalah tuduhan yang tidak benar sehingga bisa menjadi fitnah dan pencemaran nama baik bagi Wahdah Islamiyah dan pribadi Ketua Umumnya.”
Diketahui bersama oleh publik, bahwa pada program acara News Story Insight (NSI) tanggal 3/1/2016 pukul 15.55 WIB, ditampilkan slide yang menuliskan Wahdah Islamiyah dan Ketua Umumnya Dr.(H.C.) H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. yang disebut Metro TV Zaitun Rasmin masuk dalam daftar jaringan terorisme di Indonesia.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah Dr (HC) H. Muhammad Zaitun Rasmin Lc., MA. menggelar konferensi pers bersama sejumlah tokoh nasional dan pengurus Wahdah Islamiyah (WI) untuk memberikan dukungan kepada Wasekjen MUI itu. Tampak hadir dalam konferensi pers ini Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua MUI KH. Cholil Nafis, Adhyaksa Dault, Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Farid Okbah, Ustadz Syafii Antonio, Ustadz Fadhlan Garamatan, Syekh Ali Jaber, Fahmi Salim (MUI), Amirsyah Tambunan (MUI) dan Ustadz Ferry Nur. (azmuttaqin/arrahmah.com/warungislam)
Ini Daftar Kejahatan Tokoh Syiah Nimr Al Nimr Sehingga Dieksekusi Arab Saudi
| 0 komentar
Warung Islam -
Mengapa pemerintah Arab Saudi mengeksekusi Nimr Al Nimr? Rupanya tokoh
syiah itu memiliki daftar kejahatan yang panjang. Bukan hanya menghasut
pemberontakan tetapi juga terlibat dalam aksi baku tembak melawan
pemerintah.
Berikut ini daftar kejahatan Nimr Al Nimr seperti dilansir Arab News, Senin (4/1/2015):
2002
Sejak tahun 2002, Al Nimr rutin berkhutbah di Masjid Imam Hussain di
Al-Awamiyah. Pidatonya semakin bernuansa politik dan menuding pejabat
pemerintah dan pasukan keamanan menistakan agama Islam. Al Nimr juga
menyerukan agar rakyat Saudi bangkit melawan pemerintah.
2009
Al Nimr menyerukan daerah-daerah berpenduduk mayoritas Syiah untuk
memisahkan diri dari Negara Arab dan membentuk sebuah negara Syiah
bersatu.
2011
Al Nimr menghina para pejabat pemerintah dan menyebut pasukan keamanan
sebagai pasukan pembuat kekacauan. Ia juga Arab Saudi membunuhi
orang-orang syiah dan menghasut agar
warga Saudi melakukan perlawanan.
Di Qatif, pidato-pidato Al Nimr berhasil menyulut aksi protes brutal warga Syiah.
2012
Al Nimr terlibat baku tembak melawan aparat kepolisian pada 8 Juli 2012.
Hari itu Al Nimr ditangkap oleh pasukan keamanan setelah kakinya
terluka dalam baku tembak.
Al Nimr terus saja memprovokasi warga Saudi untuk melawan pemerintah
meskipun istrinya yang menderita kanker dibawa berobat ke Amerika
Serikat dengan biaya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi. Namun, di
tahun 2012 istri Al Nimr menghembuskan nafasnya yang terakhir akibat
kanker ganas yang dideritanya.
2014
Al Nimr divonis hukuman mati oleh Pengadilan Kejahatan Khusus pada 15
Oktober 2014, atas keterlibatan tokoh syiah itu dalam aksi-aksi teror
yang menewaskan sejumlah aparat serta melukai petugas dan puluhan warga
sipil.
Akhirnya Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pada hari Sabtu (2/1/2015)
lalu telah mengeksekusi Al Nimr bersama 47 narapidana terorisme,
termasuk anggota-anggota Al-Qaida.
[Ibnu K/Tarbiyah/warung islam]
[Ibnu K/Tarbiyah/warung islam]
Ikuti Jejak Saudi, Bahrain Usir Dubes Iran dan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Teheran
| 0 komentar
DUBAI,UNI EMIRAT ARAB (Warung Islam) - Bahrain hari
Senin (4/1/2016) memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menyusul
langkah sekutunya Arab Saudi ketika ketegangan meningkat atas hukuman
mati bagi seorang ulama Syi'ah, kantor berita AFP melaporkan.
Negara monarki Sunni yang kerap "diobok-obok" oleh kaki tangan pemerintah Syi'ah Iran itu memerintahkan diplomat Iran di negara Teluk kecil itu "untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam," kata kantor berita negara BNA mengatakan di Twitter.
Sebuah pernyataan Bahrain mengatakan keputusan itu dipicu oleh serangan "pengecut" terhadap misi diplomatik Arab Saudi di Iran dan "peningkatkan campur tangan mencolok dan berbahaya" oleh Teheran dalam urusan internal negara-negara Arab dan Teluk.
Manama mengatakan serangan pada misi Saudi merupakan "pola kebijakan sektarian yang sangat berbahaya yang harus dihadapi ... dalam rangka melestarikan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah."
Kementerian luar negeri Bahrain memanggil kuasa usaha Iran Murtada Sanawbari dan menyerahkan catatan resmi dalam hal ini, kata pernyataan yang dibawa oleh BNA.
Selain Bahrain, Sudan juga mengikuti jejak Saudi dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Syi'ah Iran setelah penyerbuan Kedutaan Arab Saudi di Teheran dan bangunan konsulat Saudi di tempat lain di Iran.
"Menanggapi serangan barbar pada kedutaan Arab Saudi di Teheran dan konsulatnya di Masyhad ... pemerintah Sudan mengumumkan pemutusan segera hubungan dengan Republik Iran," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri hari Senin seperti dilansir kantor berita Reuters.
Arab Saudi pada hari Ahad mengatakan mereka memutuskan hubungan dengan pemerintah Iran setelah orang-orang Syi'ah yang marah membakar kedutaan besarnya di Teheran dan menyerang konsulat di Mashhad sehari setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syi'ah Nimr al-Nimr. (st/AFP,Reuters/voa-islam.com/warung islam)
Negara monarki Sunni yang kerap "diobok-obok" oleh kaki tangan pemerintah Syi'ah Iran itu memerintahkan diplomat Iran di negara Teluk kecil itu "untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam," kata kantor berita negara BNA mengatakan di Twitter.
Sebuah pernyataan Bahrain mengatakan keputusan itu dipicu oleh serangan "pengecut" terhadap misi diplomatik Arab Saudi di Iran dan "peningkatkan campur tangan mencolok dan berbahaya" oleh Teheran dalam urusan internal negara-negara Arab dan Teluk.
Manama mengatakan serangan pada misi Saudi merupakan "pola kebijakan sektarian yang sangat berbahaya yang harus dihadapi ... dalam rangka melestarikan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah."
Kementerian luar negeri Bahrain memanggil kuasa usaha Iran Murtada Sanawbari dan menyerahkan catatan resmi dalam hal ini, kata pernyataan yang dibawa oleh BNA.
Selain Bahrain, Sudan juga mengikuti jejak Saudi dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Syi'ah Iran setelah penyerbuan Kedutaan Arab Saudi di Teheran dan bangunan konsulat Saudi di tempat lain di Iran.
"Menanggapi serangan barbar pada kedutaan Arab Saudi di Teheran dan konsulatnya di Masyhad ... pemerintah Sudan mengumumkan pemutusan segera hubungan dengan Republik Iran," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri hari Senin seperti dilansir kantor berita Reuters.
Arab Saudi pada hari Ahad mengatakan mereka memutuskan hubungan dengan pemerintah Iran setelah orang-orang Syi'ah yang marah membakar kedutaan besarnya di Teheran dan menyerang konsulat di Mashhad sehari setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syi'ah Nimr al-Nimr. (st/AFP,Reuters/voa-islam.com/warung islam)
Turki Mendirikan Pangkalan Militer di Qatar Untuk Menghadapi Musuh Bersama
| 0 komentar
DOHA (Warung Islam) - Turki akan membangun pangkalan militer di Qatar sebagai bagian
dari perjanjian pertahanan yang bertujuan membantu mereka menghadapi
“musuh bersama,” ungkap Duta Besar Turki untuk Qatar, Rabu.
Pembentukan basisi militer adalah bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2014 dan diratifikasi oleh parlemen Turki pada bulan Juni, dalam rangka mengintensifkan kemitraan dengan Qatar pada saat meningkatnya ketidakstabilan dan semakin melemahnya pengaruh AS di wilayah tersebut.
Duta besar Turki, Ahmet Demirok, mengatakan kepada Reuters bahwa 3.000 pasukan darat akan ditempatkan di pangkalan – instalasi militer pertama Turki di luar negeri di Timur Tengah – serta unit angkatan udara dan laut, pelatih militer dan pasukan operasi khusus.
Pangkalan serbaguna tersebut akan digunakan sebagai tempat untuk latihan bersama. Perjanjian tersebut juga memberikan Qatar opsi untuk mendirikan basis militer di Turki, ia mengatakan dalam sebuah wawancara.
“Turki dan Qatar menghadapi masalah umum dan kami berdua sangat prihatin tentang perkembangan di kawasan dan kebijakan dari negara-negara lain … Kami menghadapi musuh bersama. Saat ini adalah masa kritis, jadi kerjasama Timur Tengah antara kami sangat penting, “kata Demirok.
Qatar adalah rumah terbesar bagi pangkalan udara AS di Timur Tengah, Al Udeid, di mana sekitar 10.000 personil militer ditempatkan, dan pengaruh AS di wilayah tersebut saat ini dinilai semakin berkurang.
Demirok mengatakan 100 tentara Turki saat ini berada di Qatar untuk pelatihan militer negara Teluk. Dia tidak mengatakan kapan basis militer Turki akan selesai dibangun.
“Hari ini kita tidak membangun aliansi baru melainkan menemukan kembali hubungan bersejarah dan persaudaraan,” katanya, mengacu pada Khilafah Muslim Ottoman yang sebelum keruntuhannya pada tahun 1920, membentang dari Eropa Timur ke Teluk Arab.
“Dengan semakin lemahnya pengaruh Amerika Serikat di Teluk, apa yang kita saksikan sekarang adalah diversifikasi sekutu potensial,” kata Jean-Marc Rickli, seorang profesor di King College London mengajar di Qatar National Defense College.
“Jika Anda adalah negara kecil seperti Qatar, Anda memiliki kepentingan untuk menjadi tuan rumah dari beberapa sekutu di wilayah Anda, karena akan menyediakan jaminan keamanan langsung dari sekutu Anda. Selain itu, meningkatkan potensi kerugian bagi agresor jika ingin melakukan serangan potensial. ”(middleeastupdate.net/warungislam)
Pembentukan basisi militer adalah bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2014 dan diratifikasi oleh parlemen Turki pada bulan Juni, dalam rangka mengintensifkan kemitraan dengan Qatar pada saat meningkatnya ketidakstabilan dan semakin melemahnya pengaruh AS di wilayah tersebut.
Duta besar Turki, Ahmet Demirok, mengatakan kepada Reuters bahwa 3.000 pasukan darat akan ditempatkan di pangkalan – instalasi militer pertama Turki di luar negeri di Timur Tengah – serta unit angkatan udara dan laut, pelatih militer dan pasukan operasi khusus.
Pangkalan serbaguna tersebut akan digunakan sebagai tempat untuk latihan bersama. Perjanjian tersebut juga memberikan Qatar opsi untuk mendirikan basis militer di Turki, ia mengatakan dalam sebuah wawancara.
“Turki dan Qatar menghadapi masalah umum dan kami berdua sangat prihatin tentang perkembangan di kawasan dan kebijakan dari negara-negara lain … Kami menghadapi musuh bersama. Saat ini adalah masa kritis, jadi kerjasama Timur Tengah antara kami sangat penting, “kata Demirok.
Qatar adalah rumah terbesar bagi pangkalan udara AS di Timur Tengah, Al Udeid, di mana sekitar 10.000 personil militer ditempatkan, dan pengaruh AS di wilayah tersebut saat ini dinilai semakin berkurang.
Demirok mengatakan 100 tentara Turki saat ini berada di Qatar untuk pelatihan militer negara Teluk. Dia tidak mengatakan kapan basis militer Turki akan selesai dibangun.
“Hari ini kita tidak membangun aliansi baru melainkan menemukan kembali hubungan bersejarah dan persaudaraan,” katanya, mengacu pada Khilafah Muslim Ottoman yang sebelum keruntuhannya pada tahun 1920, membentang dari Eropa Timur ke Teluk Arab.
“Dengan semakin lemahnya pengaruh Amerika Serikat di Teluk, apa yang kita saksikan sekarang adalah diversifikasi sekutu potensial,” kata Jean-Marc Rickli, seorang profesor di King College London mengajar di Qatar National Defense College.
“Jika Anda adalah negara kecil seperti Qatar, Anda memiliki kepentingan untuk menjadi tuan rumah dari beberapa sekutu di wilayah Anda, karena akan menyediakan jaminan keamanan langsung dari sekutu Anda. Selain itu, meningkatkan potensi kerugian bagi agresor jika ingin melakukan serangan potensial. ”(middleeastupdate.net/warungislam)
Ternyata Bagi Seorang Ibu Dibentak Itu Lebih Sakit daripada Saat Melahirkan
| 0 komentar
Berikut ini menceritakan tentang bagaiman sakitnya perasaan ibu kita saat kita bentak, bahkan lebih sakit daripada saat dia melahirkan kita. Silahkan simak:
“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.
Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.
Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”
“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama tema,.” ujar sang anak.
Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.
“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.
“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.
“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.
Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.
Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaikum.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”
“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.
Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”
“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.
“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.
Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”
“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.
“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.
Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”
Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.
Masih beranikah kamu membentak ibumu yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan kamu? Silahkan Sebarkanlah cerita ini kepada semua temanmu.
“IBU, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.
Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.
Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”
“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama tema,.” ujar sang anak.
Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.
“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.
“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, sang anak berpamitan kepada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, mau jalan-jalan sama teman.”
“Mau kemana nak?” tanya sang ibu.
“Kan sudah aku bilang, saya mau keluar jalan-jalan sama teman,” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.
Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangat lapar, di meja makan tidak ada makanan apa pun.
Beberapa saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaikum.. Nak, kamu sudah pulang? Sudah dari tadi?”
“Hah, ibu dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Seharusnya kalau ibu mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.
Sang ibu mencoba menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, kamu jangan marah dulu. Ibu tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”
“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu?” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.
“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Kamu juga harus tahu nak, seorang ibu itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” ibu memberikan penjelasan.
Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, ibu saat melahirkanku juga begitu? Ibu juga merasakan sakit yang luar biasa juga?”
“Iya anakku. Saat itu ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang ibu menjawab.
“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.
Sang ibu tak mampu menahan air mata yang mengalir dari setiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit saat ibu melahirkanmu itu tak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”
Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.
Masih beranikah kamu membentak ibumu yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan kamu? Silahkan Sebarkanlah cerita ini kepada semua temanmu.
Ibu adalah nafas kehidupan
| 0 komentar
Jika kita masih ingin berharap segala kemudahan datang kepada kita, maka segeralah berbuat apa saja yang mampu menyenangkan hati Ibu kita, Ibu adalah ladang tempat kita menanam benih kebaikan hingga mampu mendatangkan Ridha Allah. Apa saja yang sekiranya kita bisa kerjakan maka segera kita kerjakan. Janganlah sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang masih ada pada kita. Kesempatan untuk berbakti tak akan datang kedua kali. Selama Ibu kita masih hidup, inilah peluang terbesar bagi kita untuk membuat Allah tersenyum kepada kita. Senyuman Ibu kita yang dilemparkan kepada kita dengan ihklas menandakan bahwa Allah senang kepada kita. Sungguh, orang tua kita tidak akan pernah berharap banyak kepada kita untuk membalas budi dan jasa mereka selain cukup dengan melihat kita bahagia maka mereka akan merasakan kebahagiaan pula. Orang tua tidak akan pernah berharap materi dari anaknya yang sukses. Cukup dengan melihat kita sehat maka hati mereka akan tenteram. Ibu kita telah diciptakan oleh Allah sebagai tempat kita berbagi. Segala keluh kisah kita setiap saat selalu siap untuk didengarnya. Bahkan segala kesusahan kita akan menjadikan seorang ibu demam tiada terkira. Ibu kita, Allah menghendakinya untuk tempat kita beramal dan memudahkan segala langkah yang kita buat. Percaya atau tidak, jika kita bisa menyenangkan hati ibu kita dan berbuat sesuatu yang menjadikan ibukita bahagia, maka tak akan lama lagi Allah akan membantu kita dan segala usaha baik kita. Maka itulah maksud Nabi mengatakan “Ibumu, Ibumu, Ibumu”
Sering kita tidak menyadari betapa besar jasa ibu kepada kita. Berapa banyak sudah tenaga, waktu dan pikirannya tercurah guna mendidik kita. Ibu telah bertaruh nyawa dan darah agar kita dapat terlahir dengan selamat dan sehat. Ibu telah berjuang dengan hebat agar kita menjadi anak yang baik dan berguna. Namun jasa ibu yang demikian besar seolah tidak nampak di mata kita. Dia yang telah mendidik kita dari kecil, mulai dari melahirkan, menyusui, memandikan, yang selalu membersihkan kotoran kita, yang sering terjaga di malam hari untuk menunggui kita agar kita dapat tidur dengan nyenyak, yang sering menyuapi kita, yang selalu mengasuh kita dengan tangan dan hatinya yang penuh kasih sayang dan kesabaran, yang selalu lelah karena menggendong kita, yang selalu menyeka keringat kita, yang selalu menghapus air mata kita, yang selalu menyiapkan sarapan pagi dan masakan buat kita, adalah danau kehidupan yang airnya tidak pernah kering. Ibu seolah pohon rindang yang selalu menaungi kita. Ibu adalah lentera yang selalu menyala dan api kasih sayangnya tidak pernah padam. Namun sering sekali kita tidak memperhatikan dan berpikir betapa besar jasa ibu kepada kita.
Jika kita masih ingin berharap Allah membantu segala usaha kita, maka banyak-banyak berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama sekali ibu kita. Kita mesti mencari peluang untuk dapat menyenangkan hati ibu kita. Dengan sedikit atau banyak perbuatan yang dapat membahagiakan ibu kita maka akan sangat baik bagi kita. Ibu adalah pintu keridhaan Allah kepada kita. Ibu adalah sungai yang dengan air cintanya dapat memudahkan jalan hidup kita. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Selagi ibu kita masih hidup, artinya ladang keridhaan Allah terbuka lebar buat kita untuk segera kita tanami dengan benih-benih bakti dan tak lama lagi kita akan segera memanen hasilnya. Tak perlu kita datang kepada kyai, atau paranormal untuk minta doa dan wirid guna melancarkan usaha kita. Cukup dengan kita berbakti kepada Ibu kita dan membahagiakan hatinya maka pertolongan Allah akan datang kepada kita. Tentunya dengan diiringi usaha dan doa. Apalagi doa ibu yang selalu menyertai kita. Itulah yang mahal dan perlu kita raih. Kesungguhan doa ibu kita yang mesti kita dapatkan. Walau ibu tidak perlu diminta pasti akan selalu mendoakan kita. Namun tidak bisa dipungkiri jika kita membuat kesal dan marah ibu kita, rasanya akan sulit mendapatkan ketulusan doa ibu. Untuk itu perlu bagi kita selalu menjaga agar tidak menyakiti hati ibu kita. Jangan sampai ada kata-kata yang keluar dari mulut kita yang melukai ibu kita. Sangat tidak pantas sekali jika kita melakukan itu. Namun jika tanpa sengaja kita melakukannya maka segeralah bersimpuh di kakinya untuk meminta maaf. Maaf adalah kata-kata terindah yang mampu meredam murka Allah kepada kita. Karena jika kita menyakiti hati ibu apalagi sampai mendzaliminya maka murka Allah akan datang kepada kita.
Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita. Memang kenyataannya ibu adalah sosok yang begitu penting bagi eksistensi keluarga. Dengan kasih sayang ibu, maka segala kebutuhan dan urusan keluarga dapat terpenuhi dan terselesaikan tanpa kendala. Ibu atau wanita memang sosok manusia yang kuat dan berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak serta peningkatan kondisi keluarga.
Begitu indah gambaran ibu bagi seorang anak dan keluarganya. Semua itu menunjukkan bahwa kasih sayang ibu keada anaknya tidak berbatas apapun. Apapun dilakukan oleh ibu agar anak-anaknya dapat bahagia. Dan, mereka tidak membutuhkan apapun dari anak-anaknya.
Kasih sayang ibu memang tidak berbatas. Itu sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Dapat kita rasakan bagaimana ibu mengasihi dan menyayangi kita, walaupun kita nakal. Ibu tidak pernah kehabisan rasa sayangnya. Mereka tetap saja memberikan kasih sayangnya, walaupun anak menggodanya.
Hati ibu seluas lautan, selapang dunia, bahkan lebih.
Gambaran bahwa hati ibu sedemikian luas memang tidak dapat dipungkiri. Begitu besar rasa kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Ketika masih dalam kandungan, ibu begitu memperhatikan kondisi calon anaknya. Berbagai upaya dilakukan agar calon anaknya selalu terlindungi kesehatannya.
Bahkan, untuk menjaga kesehatan calon anaknya, ibu harus mengkonsumsi berbagai makanan sehat dan berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang menyehatkan badan. Selama sembilan bulan sepuluh hari, ibu harus mengandung calon anaknya. Dan, selama waktu itu pula ibu harus mengalami penderitaan yang tidak tergambarkan.Tidur tidak lelap.
Dan, ketika tiba saatnya melahirkan, maka pada saat itu ibu harus berjuang antara hidup dan mati. Ibu harus memperjuangkan kelangsungan hidup calon anaknya walaupun proses tersebut mengancam keselamatan dirinya. Ini merupakan bentuk kasih sayang ibu kepada anak-anaknya.
Pada saat anak masih bayi, penderitaan ibu belum selesai. Setiap malam harus bangun untuk mengganti popok, menyusui, dan menidurkan si bayi. Belum juga terlelap lama, jika si kecil bangun, maka ibu harus ikut bangun untuk melayani kebutuhan si kecil. Begitu seterusnya hingga anak dapat hidup mandiri. Bahkan, ketika anak sudah besar dan mandiri-pun kasih sayang ibu tidak pernah surut atau berkurang. Mereka tetap menyayangi anak-anaknya, melalui cucu- cucunya.
Ibu melaksanakan semua itu dengan penuh kasih sayang. Bagi ibu, jika anaknya nyaman, maka tenanglah hatinya. Tetapi, jika anaknya tidak nyaman, misalnya sakit, maka pikiran dan hati ibu menjadi gunda gulana dan tersiksa oleh berbagai kekawatiran. Begitulah, kasih sayang ibu kepada anak-anaknya. Tidak berbatas.
Doa ibu yang penuh berkah
Jika ingin berhasil dalam setiap usaha hidupmu, maka mintalah doa restu kepada ibumu. Ini merupakan sebuah petuah yang sangat nyata. Setiap kali kita akan melakukan sesuatu, misalnya pergi mencari pekerjaan, maka doa restu orang tua, khususnya ibu merupakan bekal yang utama.
Ibu adalah sosok yang begitu kasih kepada kita. Ibu memberikan segalanya untuk kita. Dan, istimewanya, mereka tidak berharap balas atas segala yang sudah dilakukan untuk anak-anaknya. Bagi para ibu, menyayangi anak-anak merupakan amanat yang harus dipertanggungjawabkan saat di akhirat nanti.
Surga di telapak kaki ibu
Kalau ada pepatah mengatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu, bukan berarti kita harus melihat telapak kaki ibu. Ini merupakan sebuah isyarat bahwa kebahagiaan seorang anak terletak di telapak kaki ibu, artinya di sepanjang kehidupan ibu. Jika ibu masih hidup, maka selama ini ibu tetap melangkahkan kaki untuk menciptakan kesempatan kehidupan lebih baik bagi anak-anaknya.
Telapak kaki, diartikan sebagai bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan tanah, maka itu artinya perjalanan hidup ibu. Selama ibu masih hidup, selama itu pula kasih sayang ibu tercurah untuk anak-anaknya. Dan, selama itu pula kehidupan anak berada pada posisi baik. Ibu akan terus berusaha memposisikan anak-anaknya bahagia.
Oleh karena itulah, jika kita ingin bahagia hidup di dunia dan di akhirat, maka sayangilah ibu kita. Berilah mereka kebahagiaan sebab ibu adalah lautan dan dunia kita. Di sanalah kita berlabuh saat sulit dan sebagainya.
Ingat bahwa keberadaan seorang ibu bagi kehidupan merupakan keniscayaan yang tidak dapat kita abaikan.
Ibu,,.
walau di matamu, selamanya aku adalah ranting kecil,
yang kau khawatirkan patah ditiup angin,
dan kau cemaskan akan rapuh dan lemahku,
tapi sesungguhnya aku ingin merindang,
melindungimu dari sedih nestapa.
Ibu…
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Ibu…
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu…
hanya do’a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas
Menteri Agama Dukung MUI: ‘Toko dan Restoran Jangan Paksa Pegawai Muslim Pakai Topi Santa’
| 0 komentar
Warung Islam - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung penegasan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) agar toko dan restoran tak memaksa pegawai Muslim
memakai topi santa. Imbauan tersebut sebagai usaha untuk membangun
toleransi dan tenggang rasa antar umat beragama.
Bentuk menghargai dan menghormati perayaan natal tersebut, kata Lukman, tak harus dilakukan dengan menggunakan pakaian atau simbol-simbol kristiani.
“Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut,” kata Lukman seperti dikutip detik.com, Senin (14/12).
Kepada umat kristiani, Menag Lukman turut meminta agar tidak memaksa atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan atribut-atribut natal. Seperti juga ketika umat Islam tak memaksa pemeluk agama lain menggunakan busana Muslim saat perayaan Idul Fitri atau Idul Adha.
“Toleransi, tenggang rasa dan sikap saling menghormati harus terus dibangun,” kata Menteri Lukman.
Sebelumnya MUI meminta toko dan restoran tak memaksa pegawai Muslim memakai topi santa. Hal itu dilakukan untuk menjaga toleransi dan tenggang rasa di antara pemeluk agama.
“Saya berharap tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja,” jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Dr Cholil Nafis.
MUI memang tak membuat imbauan khusus, terkait dengan fenomena pegawai mal di toko atau restoran memakai atribut agama tertentu. Yang terbaik adalah tidak ada paksaan.
“Menghormati tak berarti mengikuti cara ibadah orang lain. Topi sebagai simbol agama lain biarkan, itu adalah pakaian mereka,” ujarnya.(detik.com/warungislam)
Bentuk menghargai dan menghormati perayaan natal tersebut, kata Lukman, tak harus dilakukan dengan menggunakan pakaian atau simbol-simbol kristiani.
“Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut,” kata Lukman seperti dikutip detik.com, Senin (14/12).
Kepada umat kristiani, Menag Lukman turut meminta agar tidak memaksa atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan atribut-atribut natal. Seperti juga ketika umat Islam tak memaksa pemeluk agama lain menggunakan busana Muslim saat perayaan Idul Fitri atau Idul Adha.
“Toleransi, tenggang rasa dan sikap saling menghormati harus terus dibangun,” kata Menteri Lukman.
Sebelumnya MUI meminta toko dan restoran tak memaksa pegawai Muslim memakai topi santa. Hal itu dilakukan untuk menjaga toleransi dan tenggang rasa di antara pemeluk agama.
“Saya berharap tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja,” jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Dr Cholil Nafis.
MUI memang tak membuat imbauan khusus, terkait dengan fenomena pegawai mal di toko atau restoran memakai atribut agama tertentu. Yang terbaik adalah tidak ada paksaan.
“Menghormati tak berarti mengikuti cara ibadah orang lain. Topi sebagai simbol agama lain biarkan, itu adalah pakaian mereka,” ujarnya.(detik.com/warungislam)
Menteri Agama Imbau Umat Kristiani Tidak Memaksa Muslim Pakai Atribut Natal
| 0 komentar
Warung Islam - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung imbauan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) agar toko dan restoran tak mewajibkan pegawai
muslim memakai atribut natal. Imbauan tersebut sebagai usaha untuk
membangun toleransi antarumat beragama.
Bentuk menghargai dan menghormati perayaan natal tersebut, kata
Lukman, tak harus dilakukan dengan menggunakan pakaian atau
simbol-simbol kristiani.
"Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda
tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol
yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut," kata Lukman
dikutip detik.com, Senin (14/12/2015).
Kepada umat kristiani, Lukman turut mengimbau agar tidak memaksa
atau mengajak pemeluk agama lain untuk mengikuti atau menggunakan
atribut-atribut natal. Seperti juga ketika umat Islam tak memaksa
pemeluk agama lain menggunakan busana muslim saat perayaan hari Lebaran.
"Toleransi, tenggang rasa dan sikap saling menghormati harus terus dibangun," kata Lukman.
Sebelumnya, Ketua Umum MUI Pusat KH Makruf Amin menyerukan kepada
setiap perusahaan untuk tidak memerintahkan karyawan-karyawati yang
beragama Islam untuk memakai atribut natal.
"Kita sudah minta dan memberikan seruan agar jangan ada lagi
memaksa Muslim memakai simbol natal termasuk Sinterklas," kata Kiyai
Makruf di Jakarta, Kamis (10/12) lalu.
Kyai Makruf mengaku khawatir pemaksaan akan menyinggung perasaan
umat Islam. Hal itu pun dinilai bisa berdampak buruk pada kerukunan yang
telah terbangun. "Kita minta jangan sampain ke situ lah. Jadi nanti itu
menyinggung perasaan kelompok Muslim. Dan mereka merasa di paksa,"
ujarnya.
"Jangan sampai ada perusahaan dan lembaga yang memaksa melakukan itu. Nanti akan ada reaksi yang tidak baik," tambahnya
(detik.com/warung islam)
(detik.com/warung islam)
Dipimpin Saudi, 34 Negara Bentuk Koalisi Islam
| 0 komentar
RIYADH - (Warung Islam) Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan
pembentukan “koalisi militer Islam” untuk memerangi terorisme. Koalisi
itu terdiri dari 34 negara termasuk Saudi di dalamnya.
Secara lengkap negara-negara “koalisi Islam” itu adalah, Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam Komoro, Qatar, Cote d'Ivoire, Kuwait, Libanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria dan Yaman.
“Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan pada pembentukan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer,” demikian pengumuman Saudi yang disiarkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
“Koalisi memiliki kewajiban untuk melindungi negara Islam dari kejahatan semua kelompok teroris dan organisasi sekte apapun dan nama-nama mereka yang mendatangkan maut dan kerusakan di muka bumi serta yang bertujuan untuk meneror orang yang tidak bersalah,” lanjut pengumuman itu, yang dilansir Selasa (15/12/2015).
Markas koalisi akan berbasis di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Belum jelas, apakah “koalisi Islam” itu akan menjadi tandingan dari koalisi internasional anti-ISIS yang saat ini dipimpin Amerika Serikat (AS). Washington sendiri belum merespons pembentukan “koalisi Islam” yang dipimpin Saudi.
Secara lengkap negara-negara “koalisi Islam” itu adalah, Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam Komoro, Qatar, Cote d'Ivoire, Kuwait, Libanon, Libya, Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria dan Yaman.
“Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan pada pembentukan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk memerangi terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer,” demikian pengumuman Saudi yang disiarkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
“Koalisi memiliki kewajiban untuk melindungi negara Islam dari kejahatan semua kelompok teroris dan organisasi sekte apapun dan nama-nama mereka yang mendatangkan maut dan kerusakan di muka bumi serta yang bertujuan untuk meneror orang yang tidak bersalah,” lanjut pengumuman itu, yang dilansir Selasa (15/12/2015).
Markas koalisi akan berbasis di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Belum jelas, apakah “koalisi Islam” itu akan menjadi tandingan dari koalisi internasional anti-ISIS yang saat ini dipimpin Amerika Serikat (AS). Washington sendiri belum merespons pembentukan “koalisi Islam” yang dipimpin Saudi.
Subscribe to:
Posts (Atom)








